DIY Sabun Organik Skala Rumahan

Hai, untuk kamu yang baru kali pertama mengunjugi website aku, perkenalkan aku Selly biasanya dipanggil icel. Seseorang yang sedang belajar untuk meminimalisir sampah mulai dari rumah. Lulusan analis kimia yang sebenernya pengen kuliah jurusan ilmu komunikasi tapi gak kesampean wkwkwk.

Setelah melalang buana dari perusahaan ke perusahaan, mulai dari karyawan “kroco” sampai mendapatkan jabatan yang enak. Akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang buruh tulis di beberapa majalah online sambil sesekali bikin tulisan di website sendiri.

Kali ini aku mau menepati janji yang udah lama banget pernah dibilang di instagram story aku @sellicelly tentang gimana caranya membuat sabun organik skala rumahan. Aku paham banget sabun organik itu gak ada yang murah wkwkwk... lumayan agak nyesek juga pasti kalo beli sendiri. So, aku mau berbagi sama kalian untuk membuat sabun organik sendiri di rumah.

Sebenarnya sederhana kok, mulai dari bahan dan alatnya bisa teman-teman cari di pasar. Semuanya bisa sangat mudah didapatkan. Anyway sebelum kita bahan tentang gimana caranya membuat sabun organik di rumah, kita bahas dulu ya sebenernya kenapa sih kita harus membuat sabun sendiri?



ALASAN MEMBUAT SABUN SENDIRI



Peserta pelatihan membuat sabun organik (05/1)



Perlu teman-teman ketahui bahwa sabun konvesional yang ada di pasar lebih banyak bahan kimianya. Bahkan ada beberapa produk yang di dalamnya terdapat bahan kimia berbahaya. Aku bukan anti sabun ya haha aku berharap dengan tulisan ini kita lebih mindful yak sebelum membeli sabun, berikut bahan kimia berbahaya yang ada di beberapa produk sabun konvensional.

1. Sodium Lauryl Sufate (SLS)

Natrium lauret sulfat, atau natrium lauril eter sulfat, disingkat SLES, adalah detergen dan surfaktan anion yang dapat menurunkan tegangan permukaan, nah karena bisa menurunkan tegangan permukaan inilah sebabnya ia bisa digunakan sebagai bahan pembersih atau penghasil busa (pembusa). Hanya saja kalau terlalu sering terpapar di kulit bisa menyebabkan iritasi pada kulit karena sifatnya yang korosif. Pernah gak sih ngerasa kulit lebih kering dan kadang malah jadi iritasi atau gatal-gatal ketika menggunakan beberapa detergen? Nah boleh jadi itu karena kandungan SLS yang telalu tinggi. Mungkin bagi untuk detergen tidak terlalu bermasalah bagi tubuh kita namun bermasalah untuk lingkungan. SLS terdapat dibeberapa detergen, pasta gigi, sampo dan sabun mandi. Upayakan tidak menggunaka produk yang mengadung SLS lebih dari 2% ya.

2. Metylparaben 

Metil paraben adalah jenis pengawet yang digunakan dibeberapa produk baik itu produk kecantikan maupun produk pembersih. Meskipun penggunaannya tidak banyak dalam suatu produk, namun tetap harus diperhatikan karena untuk beberapa orang metil paraben bisa memicu gatal atau alergi. Sebaiknya mulai untuk mengecek komposisi produk-produk yang kita gunakan. Paraben (para-hydroxybenzoate) dapat ditulis dengan nama-nama seperti methylparaben, propylparaben, butylparaben, ethylparaben, 4-hydroxy methyl ester benzoic acid, atau methyl 4-hydroxybenzoate.

3. Propylene Glycol

Propilen glikol ini umumnya ada di beberapa produk kosmetik dan pembersih. Biasanya tertulis Propylene Gylcol atau 1,2-propanadiol di daftar komposisi produk tersebut. Teman-teman bisa cek ya bahan ini ada atau tidak di produk pembersih kalian seperti sabun, sampo atau pasta gigi. Bisa juga di cek di komposisi kosmetik kamu. Zat ini hampir tidak berbau dan higroskopis. Sifatnya yang mudah larut dalam air membuat Propilen glikol digunakan sebagai pelarut yang efektif. Menurut badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) propilen glikol dinyatakan aman sebagai adiktif dalam kondisi tertentu, namun tetap saja paparan dan kontak yang lama dengan propilen glikol ini dapat menyebabkan alergi ringan dan masalah kulit lainnya.

Sebenarnya masih banyak zat kimia lainnya, ada pewangi juga. Tapi 3 zat kimia diatas itu yang paling umum dan biasanya ada di beberapa produk kecantikan atau produk pembersih kita. Kalau untuk bahaya lingkungan, sudah pasti air yang kontak dengan zat kimia ini lambat laun akan membuat perairan tercemar dan rusaknya struktur alami tanah.

Untuk itu, aku mau mengajak kamu membuat sabun sendiri dengan bahan-bahan yang mudah dicari.


Mulai praktek membuat sabun organik



CARA MEMBUAT SABUN ORGANIK

Bahan dan Alat :

- Soda Api (NaOH) 37 gram
- Minyak Kelapa 200 gram
- Minyak Zaitun 50 gram 
- Air demineral (aqudes bisa dicari di toko kimia atau beli air merek amidis atau cleo) 70 gram
- Cokelat bubuk/ Kopi bubuk/ Ekstrak sereh
- Pengocok telur
- Cetakan 
- Wadah untuk mengaduk adonan sabun
- Wadah stainles untuk melarutkan soda api
- Sendok teh
- Sarung tangan 
- Masker 
- Termometer




Cara Membuat : 

1. Timbang soda api dan lartukan dengan air di wadah stainles. Ingat! harus padat ke cair, jangan terbalik. Masukan soda api ke air. Tunggu hingga suhu ruang. Disini akan terjadi reaksi eksoterm. Jangan heran kalau nanti wadah stainlesnya akan menjadi panas karena suhu di reaksi ini bisa mencapai 50-60 derajat celcius. 

2. Timbang minyak kelapa dan minyak zaitun di wadah plastik, campurkan. Masukkan bubuk cokelat/kopi/ekstrak sereh untuk pewangi alami sabun. Aduh hingga tercampur

3. Masukkan soda api ke dalam adonan minyak. Aduk menggunakan pengocok telur atau hand mixer hingga mengental seperti susu kental manis. 

4. Masukkan ke dalam cetakan sabun, setelah 24 jam lepaskan dari cetakan. 

5. Proses yang digunakan adalah Cold Process sehingga membutuhkan pendingan alami, maka diamkan di udara terbuka selama 3-4 Minggu.

6. Sabun siap digunakan.

Hasil sabun milik peserta, lebih mirip dessert ya? hahaha




Seperti itulah cara membuat sabun organik skala rumahan, mudah, murah dan aman. Selamat mencoba ya :)

Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa visit ke Instagramku 

Terima kasih :)






16 komentar :

  1. Wah klo aroma di ganti melati atau cendana pakai essence atau gimana mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa ko mba, essencenya di masukin ketika mengaduk ya

      Hapus
  2. Waah seru banget mba. Aku pernah dibuatin sama adikku sabun mandi, dia sekolahnya jurusan kimia dan kebetulan ada tugas bikin sabun untuk dipasarkan. Bahan-bahannya pun hampir sama. Tapi hasilnya bening dan wangi banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh kalau ini sabun transparan. Bahannya ada yang beda kalo di sabun transparan. Ada beberapa bahan kimia tambahannya

      Hapus
  3. Aku tertarik sekaligus penasaran, finishingnya dibuat kotak-kotak seperti sabun batangan atau seperti ini tapi sudah bisa dipakai mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di potong2 seperti sabun mba. Iya ini udh bs dipakai

      Hapus
  4. NGiler malahan sama sabunnya kayak cokelat kak
    aku pengen belajar juga hiks, semoga di kotaku segera ada dan aku bisa ikutan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkkwkw memang ada yg pakai cokelat ka. Awas nanti ke makan lagi ah hahaha

      Hapus
  5. wah boleh nih dicoba.. skr makin banyak yang bikin sabun sendiri.. ternyata ada bahan soda apinya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa kaaa coba aja ya di rumah. Gampang ko

      Hapus
  6. Terima kasih infonya mbak, beneran jadi lebih teliti lagi ke depannya kalau beli sabun konvensional. Tapi aku penasaran loh ikut pelatihan buat sabun ini, hihi aku bisa gak ya buat sabun sendiri....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba mba bikin sendiri, siapa tau bisa hehehe

      Hapus
  7. Akhirnya terbit juga yg aku tunggu-tunggu...
    aku simpen yaa kakaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaiiii kaaa puuttt hahahaha iyaaa simpan aja. Jangan lupa praktekin ya

      Hapus
  8. Luar biasa teteh aku ini
    Semangat dan sukses terus teh cel 😉

    BalasHapus
  9. Temenku apoteker juga bikin sabun susu kambing, dia udah pakai ijin depkes dan bpom dijual2in :)

    BalasHapus

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy