Jangan Panik, Ikuti 5 Tips Ini Saat Banjr


Ini bukan yang terparah, ini baru awal!


Dokumentasi : sekolahrelawan.com



Rasanya saya ingin berkata demikian ketika saya mendengar orang-orang berbincang-bincang membahas banjir yang melanda beberapa wilayah di negeri kita.

Hujan yang menguyur sejumlah daerah di JABODETABEK sejak tanggal 31 Desember berdampak pada banjir di wilayah-wilayah tersebut. Setelah kemarau panjang beberapa waktu lalu yang membuat maraknya kebakaran hutan, kini kita dihadapkan oleh hujan dengan intensitas yang tinggi.

Musim hujan seharusnya mulai terjadi sekitar bulan September tetapi baru turun hujan di akhir Desember dan hujan dengan intensitas sedang ke tinggi di tanggal 1 Januari lalu.

Tidakkah kita menyadari bahwa ada yang aneh disini?


Indonesia mengalami siklus perubahan iklim yang berdampak pada kemarau berkempanjangan dan pendeknya musim hujan yang akan membuat hujan turun dengan intentitas sedang hingga tinggi. Sudah pasti akan hujan lebat dan deras mengguyur beberapa wilayah negeri kita.


Ketahuilah, ini bukan yang terparah tapi ini awal dari perubahan iklim. Kedepan, jika kita hanya masa bodo dengan perubahan iklim ini, jangan heran nantinya akan ada yang lebih dahsyat dari ini.
Curah hujan yang tinggi, banyak saluran yang tersumbat, tanah diubah menjadi coran serta area resapan yang kurang menjadi faktor penyebab banjir awal tahun ini. Kita memang perlu mewaspadai hal ini, mencegah sebelum mengobati. Namun bila banjir sudah melanda kawasan kita apa saja yang harus kita lakukan?


Dokumentasi : sekolahrelawan.com


Jangan panik, ikuti 5 tips dibawah ini saat banjir datang di wilayah kamu


1. Analisa daerah tempat tinggalmu

Belajarlah untuk menganalisa wilayah tempat tinggalmu, apakah itu termasuk wilayah rawan banjir atau tidak. Jika wilayahmu termasuk wilayah rawan banjir maka baiknya kamu membuat alur atau denah rumah dan lingkungan sekitar, area mana saja yang membahayakan. Karena biasanya air genangan banjir tidak datang sekaligus (kecuali air bah/banjir bandang) tetapi akan datang secara perlahan. Perhatikan ketinggian air, apabila semakin tinggi maka lebih baik segera merencanakan untuk mengevakuasi diri.


2. Padamkan alirkan listrik

Setelah kamu menganalisa daerahmu, jika rumahmu termasuk daerah rawan banjir maka ingatlah untuk segera memadamkan aliran listrik ketika air mulai naik. Hal ini dilakukan untuk menjaga kamu dan keluarga terkena sengatan listrik. Kemudian cabut semua peralatan elektronik dari saklarnya seperti AC, Kulkas, Televisi, Magic Com dan peralatan elektronik lainnya. Jika memungkinkan pindahkan perlatan elektronik tersebut ke tempat yang tidak terkena air.


3. Mengungsi ke tempat yang lebih aman

Apabila rumahmu terdapat 2 lantai dan dirasa aman, maka kamu dan anggota keluarga bisa pindah ke tempat yang lebih tinggi, namun apabila rumahmu hanya ada satu lantai, cobalah untuk berhati-hati evakuasi diri ke luar rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Ingat gunakan selalu alas kaki untuk melindungi kaki dari benda tajam yang mungkin melukai bagian kaki ketika berjalan di genangan air menuju tempat yang lebih aman. Tetap perhatikan kondisi sekitar dari bahaya yang tersembunyi sebelum keluar rumah, misalnya ada bangunan roboh atau kabel listrik yang jatuh. Hindari menggunakan kendaraan apabila tidak memungkinkan.


4.  Hubungi kerabat dan aparat terdekat

Berikan informasi kepada kerabat atau aparat ssetempat apabila kondisi banjir semakin memburuk. Selain untuk memberikan informasi terkini, hal ini dilakukan untuk membuat kamu mengetahui kemana kamu akan mengungsi.


5. Siapkan tas siaga bencana

Dokumentasi : sekolahrelawan.com
Tas siaga bencana ini tidak hanya digunakan untuk bencana banjir saja. Ini merupakan tas multiguna ketika bencana melanda, entah itu longsor, gempa, banjir atau bencana lainnya. Diharapkan setiap rumah memiliki tas siaga bencana ini.



Isi dari tas siaga bencana antara lain :
-          Baju 3pcs
-          Dokumen penting
-          Perlengkapan P3K
-          Air minum
-          Uang tunai
-          Masker
-          Peluit
-          Senter atau penerangan lainnya beserta cadangan baterai
-          Makanan tahan lama
-          Telepon genggam
-          Radio portable

Untuk tas siaga bencana ini dipersiapkan bukan ketika bencana datang, melainkan dipersiapkan sebelum terjadinya bencana. Oleh sebab itu perlu bagi setiap rumah menyiapkan tas siaga bencana karena kita tidak pernah tahu kapan becana datang di wilayah kita. Sebagai antisipasi, letakkanlah tas siaga bencana di tempat yang mudah di jangkau. Untuk penyimpanan makanan dan minuman di tas siaga bencana ini sebaiknya dicek secara berkala.




Bencana bisa datang kapan saja dan tidak bisa diduga, banjir yang melanda JABODETABEK ini seharusnya membuat kita lebih peduli lagi terhadap kelestarian bumi yang semakin hari kian memburuk. Banyak hal yang bisa kita lakukan diawal sebelum terjadinya bencana. Salah satunya dengan belajar hidup minim sampah, kelola sampahmu sendiri, pelajari jejak karbon, buat lubang resapan biopori dan hal lainnya yang bisa kamu lakukan di rumah. Mulailah dari diri sendiri, banyak baca dan cari tahu informasi tentang perubahan iklim, ambil peran dan lakukan yang paling sederhana yang bila kamu lakukan. Mulailah untuk sadar bahwa perubahan iklim sudah masuk ke siklus di negara kita. Indonesia butuh kepedulian kita!
From collective awareness to collective action.

23 komentar :

  1. TFS mba..jadi tahu hal2 penting yg hrs dilakukan saat ada bencana. Dan ide tas siap bencana itu bagus sekali ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, sebaiknya kita punya tas siaga bencana ini di rumah kita masing2

      Hapus
  2. Saya pernah jadi korban banjir, nggak panik sih tapi susar, galau serta nelangsa. Lebih ke perasaan itu. Apalagi pas sudah surut esoknya harus bersih-bersih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya pasti PR nya memang besih-bersih yaa mba hahha

      Hapus
  3. wah, tas siaga penting banget itu. Survival kit yang memang mesti selalu ada tiap orang. Disesuaikan isinya ya. Barang-barang yang penting didahulukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba Nurul, biasanya dokumen2 penting itu udah dipersiapkan di satu tas gitu deh

      Hapus
  4. terima kasih mba informasinya, sangat bermanfaat terutama untuk tidak panik ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba nomor satunya itu jangan panik hehehe

      Hapus
  5. prepare dan selalu waspada itu memang penting, karena bencana alam tidak bisa kita cegah. terima kasih tips nya sangat membantu 🙏

    BalasHapus
  6. Dulu masku waktu tinggal di Jepang selalu punya Tas Siaga yang ditaruh di dekat pintu keluar rumah.
    Karena Jepang sering ada peringatan gempa mendadak.
    Kalau di Indonesia, rasanya banjir ini bisa di prediksi setiap tahun ya... Sedih sekali dan ikut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Jabodetabek.

    Semoga segera surut dan diberi kesehatan kekuatan selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin. Iya mba kita perlu juga antisipasi tas siaga bencana ini mba

      Hapus
  7. Sedia tas bencana itu udah aku terapkan sih mba. Bukan mendoakan banjir ya, tapi lebih ke antisipasi karena kita nggak bakalan tau ke depannya cuaca akan seperti apa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niceeeee... iya mba kita memang harus antisipasi tentang ini ya

      Hapus
  8. Ya Allah, semoga segera surut ya banjirnya dan makin banyak orang yang terketuk hatinya untuk membantu korban bencana alam ini. Sedih kalau surat penting jadi hilang atau rusak karena banjir hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin.. semoga kita lbh waspada ya

      Hapus
  9. Awal tahun ini banjir memang datang sungguh mengejutkan. Area yang sebelumnya tak terdampak kemudian terendam yang denger2 karena banyak tanggul yang jebol juga. Tas siaga bencana ini memang patut di prepare ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka ada beberapa tanggul yang jebol :(

      Hapus
  10. Ya Allah semoga daerah2 yang kebanjiran bisa lekas surut
    di Pekalongan juga mulai banjir lagi, aku juga pernah dulu ngalamin se dada rumah kena banjir
    Makasih tipsnya ya Mba.

    BalasHapus
  11. Semoga banyak korban banjir yang disempatkan menyelamatkan dokumen-dokumen penting mereka. Kalau pun tidak, semoga pemerintah meringankan proses pencetakan ulang dokumen-dokumen penting tersebut. Aamiin.

    BalasHapus
  12. Tak pernah terpikirkan sebelumnya untuk mempersiapkan tas siaga bencana, tapi setelah ini rasanya aku bakal siapkan ini

    BalasHapus
  13. ternayata masih banyak lho mba warga yang panik banget sehingga mereka melakukan hal - hal yang tidak dianjurkan dan bisa - bisa membahayakan.

    BalasHapus
  14. Edukasi tentang bagaimana menyiapkan tas siaga bencana itu wajib banget bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana ya mba. Semoga teman2 yg sedang tertimpa musibah diberi kesabaran dan selalu menjaga keselamatan

    BalasHapus

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy