Persahabatan terjalin di Rinjani (Rinjani Part I)



 Perjalanan yang masih tidak bisa dipercaya, seakan mimpi bisa menginjakan kaki di pulau 1000 masjid, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bersama dua teman menyusuri langkah kaki menuju Rinjani. Gunung gagah dengan ketinggian 3726 MDPL adalah destinasi yang selalu diidamkan pada pendaki.

Bermula dari Arya yang meminta saya untuk mencari tiket penerbangan promo ke Lombok, dia tau kalau saya ini pemburu tiket promo hahaha… dua tiket promo sudah dipesan dengan harga yang terlatif murah saat itu. Rp700.000 pulang pergi (tahun 2015). Tiga hari setelah membeli tiket promo, Arya meminta saya untuk membatalkan tiket tersebut karena temannya batal untuk berangkat ke Rinjani.

Waktu itu Arya, Saya dan Falah kebetulan memang sedang berada di rumah saya yang biasa mereka jadikan tempat singgah setelah berkegiatan di luar. Falah yang mendengar Arya ingin membatalkan tiket akhirnya memutuskan untuk ikut bersama Arya pergi ke pulau 1000 masjid itu. Mereka sudah membicarakan destinasi yang akan mereka kunjungi. Mendengar hal tersebut saya yang hanya sibuk mencari tiket untuk mereka merasa tergiur, bagaimana tidak, Rinjani adalah surganya para pendaki. Saat itu kami masih aktif ikut pendakian di sebuah komunitas.

“gue ikut juga dong” ucap saya memotong obrolan asik mereka. Keduanya langsung menoleh dan beberapa menit sempat terdiam, seakan sedang menegaskan apakah benar yang saya ucapkan barusan.

“iya, gue ikut. Enak aja lu berdua nyusahin gue doang buat nyari tiket tapi gue gak diajak”. Lanjut saya menegaskan.




Pada akhirnya kami bertiga sepakat berangkat ke Rinjani. Kami mulai menyusun itinerary, bertanya kepada yang sudah pernah kesana dan mencari informasi lainnya terkait basecamp dan transportasi. 5 hari 4 malam kami berencana disana. cukup untuk berkeliling Lombok.





Kami berangkat pukul 18.00 dari bandara Soetta menuju bandara Lombok dengan lama perjalanan 2 jam. Sesampainya di bandara, kami dijemput oleh rekan dan anak dari Pak Nursaat. Penduduk asli Lombok yang tinggal di dekat Senaru, salah satu gerbang masuk pendakian gunung Rinjani. Lapar, lelah dan ternyata dari bandara menuju senaru membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam. Ditengah perjalanan rekan Pak Nursaat (saya lupa namanya hahaha) mengajak untuk mencoba ayam taliwang, makanan khas Lombok yang terkenal di manca negara.


Foto gagal (ngeblur) iseng fotoin mereka yang baru pertama kali naik pesawat wkwk




Tentu saja kami tidak menolak, perut udah gak bisa diajak kompromi, cacing-cacingnya udah mulai konser hahaha…. Dengan harga Rp 25.000 kami mendapatkan 1 porsi nasi, ayam, sayuran dan es jeruk. Harga yang sepadan dengan rasa yang lumayan. Sayangnya saya lupa foto, saking laparnya kwkwk


Perjalanan kami lanjutkan menuju basecamp Pak Nursaat di Senaru. Pukul 21.00 kami sampai dikediaman beliau, kami langsung beristirahat untuk melakukan pendakian keesokan harinya.



 ***
Hari ke-1 
Pendakian Pos 1 - Pos 3



Pagi itu kami bangun pukul 05.00 untuk melaksanakan sholat subuh, kalian tahu rasannya terkena air di pagi hari yang dekat dengan kaki gunung? Puncak Bogor pun kalah dinginnya, hahaha…

Sempat ada rasa ingin menarik selimut lagi tapi gerbang masuk Senaru sudah melampaikan tangannya. Sebelum berangkat, kami sarapan nasi goreng dengan porsi super besar yang disajikan oleh Istri Pak Nursaat. Seharusnya itu untuk porsi berdua, tapi anehnya saya habis sendiri. Mungkin efek cuaca hahahah ngeles. 


Deuter Family wkwkwk



Kami memilih rute perjalanan naik dari sembalun turun via senaru. Rute ini kami pilih berdasarkan pengalaman orang yang  sudah lebih dulu melakukan pendakian ke Rinjani dan juga berdasarkan hasil mbah gugel. Hehehe..

Ternyata memang yang mereka tuliskan di dunia maya bahwa Rinjani adalah surganya pendaki itu benar, kami baru saja hendak melakukan perjalanan tapi sudah disajikan dengan pemandangan yang luarbiasa indah dan tak bisa terlukiskan.





Waktu itu kami mendaki bersama dengan para turis hahhaha sejujurnya kami sendiri gak tau kalau ternyata hari itu ada event pendakian bersama yang bertujuan untuk clean up. Rinjani Cleanup yang berlangsung tanggal 1-5 April. Event ini dihadiri oleh pendaki-pendaki dari berbagai negara. Kalau kata Falah "yudahlah rezeki bisa ketemu bule-bule".

Kami menggunakan jasa porter, sebenarnya bukan untuk membawa barang-barang kami tapi lebih kepada menjadi guide kami. Meskipun si Bapak porter ini jalannya lebih cepat dari kami wkwkwk. menggunakan jasa porter menjadi pilihan kami karena dari kami bertiga belum ada yang pernah menginjakan kaki di Gunung Rinjani dan belum tau jalurnya seperti apa. Jasa ini kami gunakan sebagai petunjuk sekaligus membawa sebagian barang kami. 


Perjalanan dari gerbang Sembalun (pos 1) menuju pos 2 ini cendrung landai serta bisa ditempuh dengan waktu yang relative sebentar, sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan terhampar vegetasi savana.
Pukul 12:00 kami berada di pos 3, makan siang dan lagi-lagi bersama mas mas dan mbak mbak bule hehehe… makan siang dan sholat berjamaah. Di pos 3 kebetulan hanya kami bertiga yang termasuk pendaki lokal (selain porter dan guide). Sholat berjamaah kami menjadi tontonan untuk mereka hehehe..  

Makan siang yang sudah kami beli sebelum mulai pendakian ini memang sangat membantu karena kami tidak perlu memasak dahulu dan membuat kami menghemat waktu. Perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 ini memakan waktu kurang lebih 2 jam.


Foto yang diambil entah berapa kali wkkwwk nasib tukang foto ya begini.
Fotoin orang bagus, kalo difotoin pasti kurang bagus

Nih.. giliran foto mereka mah bagus wkwkwk

Abis makan, kekenyanga. sempet-sempetnya tidur hahaha...
Makasih loh, foto candidnya wkwkwk


Kami melanjutkan perjalanan menuju pelawangan sembalun. Perjalanan kurang lebih membutuhkan waktu 5 jam. Rinjani memang gilaa! Pemandangan yang disajikan membuat lelah kami tidak terasa, padahal jalanan terus menanjak. Kami melewati 7 bukit penyesalan yang terkenal itu.

Dari sebelum mendaki kesini, saya sering mendengar ucapan orang tentang  7 bukit penyesalan. Mereka bilang itu adalah perjalanan terbaik dan tidak akan pernah bisa terlupakan. Saya semakin Penasaran! Dalam perjalanan dari pos 3 menuju pelawangan sembalun, sebelum meminta izin untuk mendahului kami, sang porter menyampaikan bahwa sebentar lagi kita akan melewati 7 bukit penyesalan.


Lihat bukit di depan kami? itulah yang akan kami lewati hihi...


“nanti cari aja ya tendanya warna biru di pelawangan sembalun, saya duluan, nanti saya buatkan makan malam sekalian” ucap Bapak Porter yang saya lupa siapa namanya wkwkwk
Bapak porter itu pun langsung menghilang dari pandangan kami. Hahhaha memang usia beliau lebih tua dari kami tapi fisiknya tidak diragukan lagi, mampu menaklukan jalur pendakian Rinjani.
Ngomong-ngomong Saya masih penasaran mengapa dinamakan 7 bukit penyesalan dan seperti apa wujudnya. Sampailah kami di hadapan 7 bukit penyeselan. Ohh tenyata ini….


***
Tujuh Bukit Penyesalan


Bukit yang panjang dan menanjak sebanyak 7 bukit (katanya) yang super menguras tenaga dan jujur emosi kita sangat diuji disini. Beruntung kami hanya bertiga, entah terbayang kalau jumlah kami lebih banyak. Mungkin ada yang ingin lebih dulu sampai dan ada yang sangat kelelahan.

Terkdang, gunung itu adalah tempat dimana kita bisa melihat sifat asli seseorang. Seberapa setia kepada teman seperjalanannya biasanya akan terlihat saat ia melakukan pendakian. Saya kira ini mitos belaka, tenyata memang terbukti. beruntung dua laki-laki yang bersama Saya ini tetap saling beriringan. 

Dua, tiga, empat bukit dengan lancar saya taklukan. Namun tidak untuk bukit selanjutnya, entah bukit keberapa sudah tidak konsen untuk menghitung, yang terasa hanya keringat yang terus bercucuran.

Keringat semakin deras, tenaga mulai terkuras. Ternyata inilah yang dikatakan 7 bukit penyesalan.. mau turun tapi sudah jauh, mau naik tapi sudah lelah. Definisi 7 bukit penyesalan versi saya saat itu yang nyaris tidak kuat lagi untuk melanjutkan perjalanan.

Duduk sebentar di sebuah batu besar, tanpa sadar Saya menangis. Falah dan Arya langsung mendekati saya dan bertanya apa yang terjadi.

“ Kayanya gue gak kuat deh, sumpah kaki gue udah sakit banget”

Ucap saya ke Falah yang waktu itu tepat berada di samping saya. Falah yang tahu bahwa saya mengalami sakit dibagian kaki kanan, langsung mengecek apa yang membuat sakit. Arya berdiri di depan Saya untuk memberikan botol minum dan cokelat (coki-coki).


Terharu!

Perjalanan ini memang mengharukan bagi kami, seketika membuat kami saling mengerti satu sama lain. Sekitar 15 menit kami beristirahat di batu besar tersebut sebari memulihkan tenaga saya.

Saya melihat pemandangan di sekitar saya, hamparan bukit, awan putih, udara yang mulai dingin karena sebentar lagi senja mulai ingin menampakkan wajahnya, serta dua teman yang setia menunggu hingga kondisi saya membaik, membuat saya sangat bersyukur saat itu. Kalimat pujian kepada sang pencipta terus terlantunkan dalam hati.

Terima kasih tuhan… Alhamdulillah….

Sebenarnya bisa saja kami bermalam di sekitar area itu, namun tenda serta logistik kami sudah dibawa oleh Bapak Porter yang mungkin saja sudah sampai sejak tadi.


Setelah Arya memastikan kami siap untuk melanjutkan perjalanan, Falah memimpin perjalanan dengan berjalan didepan disusul dengan saya dan Arya sebagai swiper.

Sampailah kami di Pelawangan Sembalun. Bahagia, terharu, takjub, ahhhh…. Entahlah bagaimana lagi menyampaikan perasaan bahagia ini. Sesampainya di pelawanan sembalun kami disajikan pemadangan gili yang terlihat dari atas dan lambaian tangan dari Gunung Agung yang diselimuti awan tipis. Sempurna! Rinjani, kamu memang sempurna!



Padahal tadi habis nangis, masih aja bisa nyenyir wkwkwk








Bersambung (Part II)

13 komentar :

  1. Pingin banget deh bisa ke Lombok suatu saat.

    BalasHapus
  2. selalu penasaran seperti apa naik gunung. maklum fisik ga kuatan buat manjat, hehe.
    rasanya pasti puas dan bangga yaa kalo udah di atas dan liat pemandangan indah

    BalasHapus
  3. One of my bucket list nih mba untuk bisa ke rinjani hiks hiks semoga segera terlaksana ;) thanks for sharring anw

    BalasHapus
  4. ya ampyuun, masyaAllah keren banget bisa menjinakkan rinjani mbaa...
    Hmm . kemana aja ya aku zaman muda doeloe...:D

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah yaa mba akhirnya bisa ke Rinjani, ngga mudah pastinya. Aku dulu Honeymoon sampai kaki Gunung aja selain Karena ga Ada persiapan juga Naik hehe

    BalasHapus
  6. Kereeen, sesuatu yg saya idam2kan tapi sukar direalisasikan adalah pergi ke puncak gunung

    BalasHapus
  7. Wah seru nggak ceritanya bisa mendaki ke Rinjani

    bener banget Kak kesetiaan seseorang itu bisa dilihat ketika mendaki karena orang tersebut tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi juga teman seperjalanan nya

    BalasHapus
  8. Rinjani memang memesona ya. Perjalanan Dan perjuangan muncak keatas bener2 worth it. Fotonya kerenn

    BalasHapus
  9. Rinjani memang keren banget, sampe sekarang masih jadi impian aku mw kesana yang belum terealisasi..

    BalasHapus
  10. Wih seru banget kak, yang awalnya nggak kenal akhirnya sekarang udah kayak keluarga yaah hehe. Ditunggu cerita selanjutnya yaa kak :)

    BalasHapus
  11. Lombok, pulau 1000 masjid mashaMasha baru tau Saya julukan itu. Memang nikmat Tuhan Yang mana lagi Yang Kau dustakan. Sunggah Allah maha baik ya.

    BalasHapus
  12. Ya ampun bagusss banget sih mbaaaa aku langsung mupeng pengen kesini juga. Dan ngakak nasib kangpoto kalo d fotoin hasilnya yagitu deh ahahah

    BalasHapus
  13. hiks daku terenyuh karena belum bisa naik ke puncak gunung seperti itu.. Tapi fotonya bisa mengobati dan bikin semangat

    BalasHapus

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy