Ketika Jempol sehebat Avangers


Siapa yang gak kenal sama pahlawan-pahlawan yang belakangan lagi happening dengan judul Avangers End Game. film layar lebar berdurasi tiga jam ini menceritakan tentang kisah sekelompok pahlawan dalam melumpuhkan Thanos, tokoh antagonis dalam film tersebut.

Merekalah yang menjaga keseimbangan antar bangsa dari bangsa di bumi hingga bangsa yang ada di luar angkasa. mereka penyelamat dunia yang akhirnya mampu menciptakan kedamaian. 

Para Avengers melewati beberapa rintangan disetiap episode untuk menghalangi Thanos mendapatkan 6 batu yang memiliki kekuatan dan dapat digunakan untuk apa saja. Jika yang memilikinya adalah orang baik maka dapat digunakan untuk kebaikan, begitu pula sebaliknya.

Sama halnya dengan Avengers saat ini kita juga sedang dihadapkan dengan musuh yang boleh jadi berbahaya, boleh jadi menolong. Yaitu "internet". 

Penggunaan media sosial yang saat ini sangat mudah diakses selain membuat masyarakat dimudahkan dalam mencari informasi, tapi juga bisa merugikan dengan beredarnya informasi palsu atau yang biasa disebut dengan berita hoax.

Peran kita membantu pemerintah

Jika Avangers yang menolong pemerintahan di masing-masing bangsanya, kita juga memiliki peran serta dalam menciptakan kedamaian dunia. Ini bukan hanya tugas kemenkopolhukam sebagai menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan Kementrian dalam penyelenggaraan pemerintah di bidang politik, hukum, dan keamanan. Tetapi jugas kita bersama.

Tenang saja kita tidak perlu berubah atau mencari kekuatan super seperti Avangers, kita hanya perlu sedikit menahan JEMPOL.

Loh kenapa harus Jempol?



45% warga Indonesia aktif menggunakan media sosial lewat smartphone yang dimana disana terdapat jenis informasi-informasi yang belum kita ketahui kebenarannya. Inget gak kejadian pemilu kemarin? Begitu banyak informasi yang tersedia di media yang membuat saya sendiri tidak nyaman dengan hal tersebut, saling hujat dan asal share dan berdampak pada perpecahan. Kalo udah begini, apa bisa dikatakan Indonesia ini satu?

Nah itulah peran kita sebagai pengguna di media sosial, hayu stop di kita. Ketika mendapatkan informasi jangan langsung diteruskan ke oranglain tapi akan lebih bijak jika kita menelaan terlebih dahulu. Mencoba memverifikasi dengan mencari data yang relevan. Saat data yang kita dapatkan sudah yakin bahwa ini benar, baru deh kita bagikan untuk orang banyak.

Media sosial itu sama dengan 6 batu yang dimiliki Thanos, jika berada di tangan orang baik maka akan menjadi baik, begitu sebaliknya.
Hayu, bijak menggunakan media sosial untuk menjaga kerukunan bangsa!


#infohankam
#kontenkreatifhankam
#workshopkominfo

Posting Komentar

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy