Punya Resolusi Diet di tahun 2019? Yakin caranya udah bener?

Mulai dari akhir Desember lalu, udah banyak banget yang ngomongin soal resolusi 2019
gak mau gagal lagi dan belajar dari kesalahan di tahun 2018. Ada yang mau omset bisnisnya naik perbulan, ada yang mau belajar keluar negeri, kerjaannya lebih terjamin dan bahkan ada yang mau hidup lebih sehat di tahun 2019, diet maksudnya.

Nah, ngomongin soal diet. Banyak yang ngerti tentang cara diet yang benar tapi gak sedikit yang asal. Langsung ngurangin makan nasi, olahraga keras, gak makan yang manis-manis, pokoknya yang penting berat badannya turun. 

Padahal guys, yang perlu digaris bawahi itu tentang pemeliharaan usus kita. hati-hati dengan diet ektrem yang sering muncul di sosial media karena gak semua cocok sama tipikal tubuh kita. Saya gak bahas banyak dulu soal usus karena itu bakalan panjang banget. Kita bahas dulu tentang pola konsumsi karbohidrat.

kenapa sih karbo itu bisa bikin gemuk, obesitas atau bahkan diabetes?
bener gak kalo diet itu harus hilangkan karbo?

Peranan karbohidrat mempunyai peran penting dalam tubuh, karena karbo itulah yang nantinya akan memberikan energi (tenaga) untuk aktivitas keseharian. Jadi kebutuhan karbo harus dipenuhi setiap harinya terutama saat sarapan. 

Karbohidrat tersusun dari molekul gula, molekul gula inilah yang digunakan sebagai bahan bakar dalam tubuh kita yang nantinya akan diubah menjadi energi. nah energi inilah yang kita pakai untuk beraktivitas. 

Pasalnya banyak orang yang malah jadi ngantuk kalo konsumsi karbo dipagi hari, iya gak sih? kenapa bisa demikian? sekarang kita kenali dulu ya jenis karbo yang dikonsumsi itu yang seperti apa.

Karbohidrat itu ada dua jenis. Karbohidrat sederhana dan kabohidrat komplek. hal yang membedakan adalah jumlah molekul gula yang ada di karbo tersebut. 

Karbohidrat sederhana, karbohidrat yang didalamnya tersusun satu atau dua molekul gula, istilah kimianya Monosakarida atau disakarida. Contohnya Nasi putih, Susu, Soda, Biskuit, Permen, Mie instan dan lainnya.

Sedangkan karbohidrat komplek tersusun dari 3-10 molekul gula. Oligosakarida hingga polisakarida. Contohnya Kentang, Oatmeal, Beras merah, Pisang, Ubi, Alpukat, Kedelai dan lainnya. 

hahahaha... saya yakin sampe sini aja udah bingung, apaan sih maksudnya. monosakarida, polisakarida? Oke, kita lebih sederhanakan ya. 

Anggaplah karbohidrat itu sebungkus makanan.
nah kalau karbo sederhana itu ibaratkan sebungkus makanan yang isinya hanya 1-2 pcs
kalau karbo komplek anggaplah sebungkus makanan yang isinya 3-10 pcs

kebayang ya sampai sini. kita lanjut.

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas karbo simplek (sederhana) itu hanya terdiri dari 1-2 molekul gula (monosakarida / disakarida) sehingga karbo simplek ini lebih mudah dicerna dan lebih mudah menambah kadar gula dalam darah. Hal tersebut menimbulkan peningkatan kecepatan penyerapan gula dalam darah sehingga terjadi lonjakan gula darah dalam tubuh yang dapat menyebabkan diabetes mellitus tipe 2. 

karena percepatan inilah maka tubuh harus segera mengeluarkan atau membakar energi lebih cepat sebelum terjadinya penimbunan lemak. Proses pencernaan yang cepat juga membuat kita untuk makan lebih banyak karena perut akan selalu merasa kosong dan tidak akan membuat kenyang dalam waktu yang lama. 

Terjadinya lonjakan kadar gula dalam tubuh ini harus secara signifikan berbanding lurus dengan produksi hormon insulin kita. (insulin = hormon pemecah gula menjadi energi). Semakin banyak lonjakan gula darah semakan banyak insulin yang harus di produksi dalam tubuh. Nah kalau untuk yang gula darahnya normal (sehat) hal ini bisa teratasi. Namun jika terlalu sering tetap akan meningkatkan resiko mengalami resistensi insulin. 

 (Monosakarida > diurai > gula > energi) 
*prosesnya lebih cepat, mengantarkan kadar gula ke aliran darah lebih cepat

Berbeda dengan karbohidrat komplek, karbohidrat yang jumlah molekul gulanya lebih dari tiga atau umumnya terdiri dari ribuan molekul. Molekul yang banyak ini harus terlebih dahulu dipecahkan menjadi molekul tunggal (monosakarida) baru dapat diubah menjadi energi sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terurai dalam tubuh. Kondisi ini membuat gula yang masuk ke aliran darah secara bertahap sehingga memperlambat lonjakkan kadar gula. Bertahapnya kadar gula yang masuk dalam aliran darah, membuat kerja pangkreas lebih ringan karena tidak perlu mengeluarkan insulin terlalu banyak. Proses terurai yang lebih lama inilah yang membuat kita tidak mudah lapar.

(Polisakarida > dipecah > Monosakarida > diurai > gula > energi) 
*proses lebih lama, mengantarkan kadar gula bertahap 

Pada dasarnya semua karbohidrat itu baik, hanya saja perlu sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas. Terlebih orang Indonesia makanan pokoknya adalah Nasi yang termasuk karbohidrat sederhana, tidak jadi masalah selagi konsumsi nasinya seimbang dengan buah dan sayur. 

So.. buat kamu yang berniat untuk diet, jangan langsung menghilangkan konsumsi karbohidrat ya. karena bagaimanapun tubuh kamu tetap membutuhkan karbohidrat. Akan lebih baik jika kamu mencoba diet dengan mengganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat komplek. Sehingga tidak menyiksa program diet kamu. Satu lagi, tetap perlu olahraga, minimal satu kali dalam seminggu. Good Luck! Semoga yang memiliki resolusi untuk hidup lebih sehat di tahun 2019 bisa terlaksana ya. See yaaa... semoga bermanfaat. 













1 komentar :

  1. Mba icel.... urang hayang diet. Tapi kumaha awalna??? Da sok merasa laper wae. BB ayeuna hampir 60 kg.

    BalasHapus

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy