"Setiap Peristiwa Adalah Ilmu"

" Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru dan setiap peristiwa adalah ilmu" begitu kata guru hebat, Ahmad Bayu Gautama.

sepenggal cerita kali ini melukiskan kalimat tersebut. Kamis (06/10) lalu saya berniat mengikuti kegiatan Free Food Car (FFC) Sekolah Relawan di Ciawi.

Entah apa yang membuat saya memilih menggunakan transportasi umum ketimbang bareng sama si lovely Arya Prasetya yang padahal kita akan menuju tujuan yang sama.

Saya teringat beberapa tempat di Bogor yang membuat saya penasaran sudah seperti apa lokasi-lokasi tersebut, akhirnya KRL menjadi pilihan. Benar saja, saya hampir dibuat bingung dengan pintu keluar Stasiun Bogor. Dahulu pintu keluar disebelah kiri yang kemudian saat ini berubah, bukan main perubahannya.
" ga nyesel gue milih naik kereta" batin saya.

Baru saja turun dari jembatan penyebrangan Stasiun Bogor sudah melihat kemacetan yang luarbiasa, ya sudahlah memilih jalan kaki sampai Hotel Salak. Saya menikmati betul perjalanan kali ini, padahal hanya di Bogor wkwkk. Kota kelahiran.

Tepat di depan Taman Topi melihat dua orang yang kebingungan, tanpa ragu saya bertanya dengan gaya yang sok akrab.

"mau kemana Mba?"
"Kebun Raya, tapi saya lupa kemana ya arahnya"
"lurus saja mba nanti belom kanan, Atau bareng aja sama saya"

si embak pun menerima dengan ramah ajakan saya. sepanjang jalan kami berbincang-bincang, ternyata darah Jawa-Lampung ini tinggal di dekat rumah saya, daerah Gunung Putri. kami pun terlarut dalam candaan hingga perjalanan memisahkan. Tentu saja tidak lupa bertukar nomor telepon.

well.. saya melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan umum menuju Masjid Raya Bogor.

Tepat di Tugu Kujang, terlihat sosok lelaki tua berbaju batik, peci hitam dan membawa tongkat kecil sedang bertanya ke pengemudi angkutan. Tapi tak lama naik kedalam angkutan tersebut. "oh aman berarti". Entah apa yang membuat saya tidak melepaskan pandangan kearahnya, tiba-tiba beliau turun dari angkutan tersebut. Karena penasaran saya pun turun dari angkutan, depan Botani Square dan berniat menghampiri beliau.

Saya berjalan kaki menuju Tugu untuk menghampiri beliau, namun sayangnya sesampainya disana saya sudah tidak melihat beliau. Apa sudah naik angkutan lain, atau bagaimana saya tidak tahu. "Duh kakek, semoga kakek baik-baik saja" seketika merasa sedih seperti kehilangan satu kesempatan.

Sebari menunggu si Cinta #AryaPrasetya yang tidak kunjung tiba akhirnya saya berjalan kaki menuju Halte RS. PMI

Sepintas seperti orang tanpa tujuan ahhaha...

sesampainya disana, seorang wanita dengan kira-kira berusia 40 tahun dengan tas dan sandal seadaya duduk disamping saya. wajah lesu dan pandangan kosong terlihat jelas diwajab beliau. sesekali melihat ke arah beliau sebari tersenyum.

tatapan kosongnya benar-benar menarik perhatian saya.
"ibu tinggal dimana?" kala itu saya membuka obrolan. Ibu dua orang anak ini ternyata tinggal di daerah Pomad, Kota Bogor yang sudah 5 tahun tanpa alharhum suaminya. Sudah memiliki calon untuk menikah lagi, namun ternyata mendekati pernikahannya sang calon tidak bisa dihubungi. Air mata terus mengalir disetiap kata dalam ceritanya. Sesekali menarik nafas tak bisa menyembunyikan kesedihan.

"Maaf ya neng, ibu jadi cerita panjang. Terima kasih ya udah dengerin cerita ibu. Anak-anak ibu pada kerja neng kalau pulang kerja pada cape jadi ibu engga enak cerita sama mereka. Takut ganggu istirahatnya"

What? Seketika terbayang ibu dirumah, apakah orangtua saya merasakan hal yang sama?
terkadang, sebagai seorang anak kita sering luput dengan menghalalkan rasa lelah
hingga lupa ada sosok yang membutuhkan sapaan kita.
benar kata pepatah, kasih ibu sepanjang masa.

Saya yakin apa yang terjadi hari ini, bermula dari keputusan memilih menaiki transportasi publik dan berjalan kaki hingga berjumpa dengan beberapa sosok dijalan, itu sudah rencana yang di takdirkan sang kuasa. Menambah teman baru hingga menjadi tempat curhat sang ibu yang secara tidak langsung memberi tahu untuk menyempatkan diri bercengkrama dengan orang yang membesarkan kita.

Terima kasih untuk perjalanan kali ini

Posting Komentar

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy