Tertahan






" maaf ... "


sebuah kata terakhir yang terucap olehmu di pinggir dermaga itu. suasana orange senja dengan hembusan angin menerpa lamunanku.


" kenapa harus seperti ini " kataku dalam hati. berharap kamu bisa mendengar itu. ah tapi tidak mungkin.


aku menoleh kearahmu " iya tidak apa-apa " sebari tersenyum aku ucapkan kalimat itu. jelas itu hanya kamuplase yang tercipta dari wajahku.


sore itu kau dan aku beranjak kembali menuju tempat tingalku. sepanjang dermaga kau berjalan tepat disampingku. dan sesekali kau melihat kearahku. namun aku tetap pada pandanganku. melihat kedepan dengan tatapan kosong. lemah. tak berdaya.


keputusan itu hampir membuat jantungku berhenti sejenak. tak bisa menangis apalagi tertawa. masih terekam dikepalaku kata-katamu itu.


" Kita masing-masing saja dulu "



kau dan aku masih berjalan menyusuri dermaga itu. perlahan tangan kirimu meraih tangan kananku. kau pegang erat tanganku. dan entah apa yang membuatku balik memegang erat tanganmu. seketika ada debar yang berbeda.


" tak ingin berpisah ... tak ingin berpisah ... " hatiku terus bergeming seperti itu.


tak sanggup terus menerus membangun benteng kekuatan. menahan rasa yang menekan dada. tak sengaja aku meneteskan air mataku. terisak.
seketika kamu meraih tubuhku yang lebih rendah denganmu, kau peluk aku erat dipinggir dermaga itu. debar itu semakin kecang namun tak kuasa aku menahan segala rasa. carut marut dalam benakku.


" tak apa-apa, kau dan aku akan baik-baik saja " katamu menangkan kondisi hatiku yang kalut itu.
kau masih memelukku erat sebari membelai tengkuk kepalaku.
aku hanya mengangguk tak berkata apapun, hanya air mata yang terus mewakili hancurnya hatiku sore itu.


" huuuffttt .... " aku menghelakan nafas panjang. kulepas kedua tanganmu yang masih memegang pundakku. wajahku berubah menjadi masam. mataku tak lagi ingin memandangimu.




***


Tepat didepan rumahku.

" Mulai hari ini, bisakah kau tidak menemuiku lagi ? " aku bicara tanpa memandangmu yang berada dibelakangku. hanya sedikit menoleh ke kanan tanpa melihat wajahmu.


" Loh ? Kenapa ? " tanyamu heran dan tak mengerti dengan perkataan itu.


aku hanya membalikan badan sebari tersenyum .. " ah .. sudah, lakukan saja permintaanku "
aku sadar sebentar lagi akan ada hujan badai yang tercipta dari wajahku. karena itu aku bergegas pergi meninggalkanmu.


kau tetap berdiri disana. dengan badan yang sedikit membungkuk, mata yang sendu, dengan rautmu yang berubah masam seketika. pertanda tak berdaya-nya dirimu,itu cukup mewakili rasa sakit dihatimu.
aku tau kau sakit hari itu.
hatimu sama hancurnya denganku.
gundahmu sama dengan gundahku.


dan sekarang .... giliran aku yang berkata  " Maaf ... "


kau dan aku bukanlah tak ingin bersama. bukan pula tak sanggup bersama lagi. tapi kau dan aku hanya memiliki kekhawatiran yang sama. betapa banyak anak remaja saat ini yang dimabuk asmara. sekali lagi ... kau dan aku memiliki kekhawatiran yang sama ...
kau dan aku hanya ingin merasakan hal indah itu nanti. bukan saat ini. bukan pula esok hari. tapi nanti .....


tatapanmu ...
senyumanmu ...
sapaanmu ...
belaiamu ..
serta perhatian mu ..
hanya ingin aku rasakan nanti ..


nanti ...
ketika kau membangunkan aku setiap pagi dengan suara lembut yang hangat ditelingaku ..
ketika aku berada dibelakangmu sebagai makmumu dan kau didepanku sebagai pembimbingku..
ketika kau berkata " sayang, hari ini sarapan apa yang kau buatkan untukku ? "


ketika itulah baru kau bisa miliki semua jiwa serta ragaku.. dan semua akan kuberikan untukmu ..


aku bukan tak ingin memujamu dan memanjakanmu. ingin . bahkan ingin sekali. namun aku rasa itu bukan hak ku saat ini.
dan aku yakin, itu pula yang kau inginkan. itu yang kau cita-citakan dalam hubungan ini.


aku tahu rasa ini sama dengan rasamu. gundahku sama dengan gundahmu. kecemasan ini pun sama halnya denganmu.

aku akan tersenyum seperti pesan yang kau minta setahun lalu.


" kau harus tetap tersenyum, kuat dan semangat menjalani hidupmu " pesan itu akan selalu aku ingat. Entah kau ingat atau tidak pernah berkata seperti itu.



kini .. biarkan rasa rindu itu tertahan dihati. biar serahkan kepada pemilik hati. biar kau dan aku perbaiki kualitas diri.
biarkan aku perbaiki diri sehingga aku layak menjadi pendampingmu. biarkan aku belajar banyak sehingga aku bisa menjaga keluarga kecil kita ketika kau tak dirumah tersebab pergi mencari nafkah.


jangan pernah membenciku, karena sedetikpun tak pernah ku lakukan itu. jangan pernah mencoba menghilangkanku dari hatimu, karena aku tak mampu lakukan itu.


biarkan kau dan aku menjadi seorang pengecut yang tak berani berkata tentang isi hati ini. biarkan rasa rindu itu terlafaz dalam do'a mu kepadaku. begitupula sebaliknya denganku.


bukan tak ingin berhubungan denganmu, namun aku hanya ingin menjadi seorang yang halal bagimu .....




Selly SW
*icel*


Posting Komentar

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy