Dalam Diam







Dikamar, detak jam dinding menemaniku dalam malam yang sunyi.  Anganku melayang-layang. Mencoba memejamkan mata sejenak. Namun tetap saja sosok itu terus bersemayam di pikiranku ..
matanya yang teduh itu selalu memandangiku dengan tatapan hangat...
diiringi senyuman lembut dari bibir tipismu itu ...
aaahhhh sial ... semua terekam jelas dalam ingatanku ...

aku masih ingat terkahir kali kita bertemu, tak ada satu katapun yang terucap dari aku maupun kamu..
hanya terdiam dan terpaku ..
kita seperti sedang mendengarkan jangkrik-jangkrik bercerita tentang sunyinya malam itu ..


***

Malam itu, disebuah jalan yang tak jauh dari rumahku, kau berdiri tepat satu meter dihadapanku. Lampu jalan berwarna orange membuatku samar-samar melihatmu. kau masih dengan gaya khas mu ..
celana bahan hitam dengan kemeja kotak-kotak biru. rambutmu yang lebat dan alis matamu yang tebal disusul dengan senyuman ramah, yahh .. begitu kamu memandangku.

aku memintamu menemuiku malam itu, berniat berbicara tentang apa yang selama ini hampir saja membunuh kepercayaanku, perasaan cemas yang mengerogoti waktu ku hingga habis dengan memikirkanmu.
telah lama ku tunggu kesempatan ini, setelah beberapa bulan terputus komunikasi dengamu.
berjuta pertanyaan menghantuiku dan telah siap ku lontarkan kepadamu.

rasa itu masih tetap sama seperti dulu. jantung yang berdetak lebih kencang, mataku yang tak sanggup melihatmu. aku masih tetap merunduk dengan bola mata yang bolak-balik melihat kanan-kiri. jemari yang terus mengaruk meski tak ada bagian lenganku yang gatal.
betapa gugupnya aku malam itu.


***

ya ... inilah aku ..
perempuan yang lebih banyak menahan rasa di benakku.
perlahan aku beranikan diri untuk mengangkat kepalaku, sampai terlihat dagumu, bibirmu, hidungmu, dan aku terus mengangkat kepalaku hingga tepat mata kita saling memandang.
#Deg#
jantungku seakan berhenti sejenak.


haaaahhhh .... lagi-lagi lidah ini tak berfungsi seperti biasanya. bibir ini seolah dilem hingga rapat. dan aku hanya sanggup menatapku kurang dari 30 detik.


" apa kabarmu ? "
" Bagaimana Kegiatanmu ? "
" Tidak kah kau merindukan aku ? "
" Sibuk kah kamu ? hingga tak sempat mengabariku ? "


betapa sulit megutarakannya  .. hanya mampu bergeming dihati kecilku. Entah bagaimana cara terbaik untuk ungkapkan semua rasa itu. Perlukah aku merdiri diatas menara sebari membawa pengeras suara dan berteriak tentang rasa itu ? Jelas tidak perlu. berbisikpun aku tak mampu....

Dalam diam aku merindukanmu. dalam diam aku mencemaskanmu. dalam diam aku memikirkanmu. dan tetap dalam diam aku melafazkan do'a ku untukmu ...
tetap saja ..
kau tak pernah sadari itu dan biarkan aku tetap seperti ini ..
mengagumimu dalam diam-ku ................






Selly SW
*icel*

Posting Komentar

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy