Tangga Cinta



kali ini saya mencoba menuliskan tentang suatu kata yang begitu rumit dan pasti akan memiliki banyak arti bila kita tanyakan kepada orang-orang disekitar kita.

cinta ..

Saya membiarkan jemari ini menekan huruf demi huruf pada keyboard untuk sedikit membahas soal cinta. Siapa yang tidak pernah dengar kata CINTA. Semua orang pernah mendengarnya, bahkan hampir semua pernah merasakan apa itu cinta. tidak hanya orang dewasa saja, tapi anak usia dini pun berbondong-bondong meyerbu cinta, seolah tidak ingin ketinggalan zaman. Tidak percaya ???
coba saja anda temui adik anda atau ponakan anda atau anak kecil lainnya. Mereka pasti akan lebih menghafal lagu-lagu yang saat ini menjadi tren yang berbau cinta-cinta-an dikalangan remaja ketimbang lagu naik-naik kepuncak gunung atau balonku ada lima atau lagu anak-anak lainnya. Seolah lagu-lagu itu hilang dari ingatan mereka. kalau untuk yang satu ini saya merasakan sendiri. sungguh miris.

kembali kepada cinta.
Sebenarnya tidak salah ketika seseorang memiliki rasa cinta, karena hakikatnya cinta itu adalah anugerah dari Allah SWT. Tiadalah rasa cinta itu tumbuh kecuali Allah telah menanamkan pada hati hambanya. Namun, harus kita pelajari betul apakah rasa cinta itu benar cinta yang berasal dari Allah atau hanya nafsu yang kita buat dengan sendirinya sehingga menciptakan hasrat untuk selalu bersama dengan orang yang kita cinta.

Beberapa buku menuliskan adanya tingkatan-tingkatan dalam cinta.

1. Alaqah : Hubungan atau kaitan. disebut demikian karena adanya hubungan antara hati seseorang dengan sang kekasih

2. Iradah : (kehendak) Ia adalah kecemdrungan atau kecondongan hati seseorang kepada seseorang yang dicintai dan dicarinya.

3. Shababah : Tumpahnya perasaan hati kepada kekasih yang tidak terbendung, seperti tumpahnya air ke tempat curahan.

4. Gharam : (Cinta yang menyala) Cinta yang benar-benar merasuk ke dalam hati dan tidak dipisahkan darinya.

5. Widad ( kasih ) : merupakan sifat cinta dan inti dari cinta iru sendiri.

6. Syaghaf (cinta yang mendalam) : merasuknya cinta sampai ke hati paling dalam.

7. Isyq : Cinta yang memuncak dan berlabih-lebihan sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak pada seseorang.

8. Tatayyum : penghambaan adan merendahkan diri.

9. Hakikat ubudiyah : cinta yang sempurna, merendahkan diri kepada kekasih dan tunduk kepadanya. bangsa arab biasa berkata " Thariqum ma'bad" artinya jalan yang sudah ditunjukkan dan halus karena sering dilewati.

10. Khallah : cinta yang sudah merasuk ke dalam ruh dan hati orang yang mencintai, sehingga didalamnya tidak ada tempat bagi selain kekasihnya. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya " sesungguhnya Allah menjadikan aku sebagai kekasih, sebagaimana Dia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih (HR.Ibnu Majah).

Pertanyaan saya, Adakah cinta-cinta diatas tertanam dihati anda? Pasti ada.
namun kepada siapa tingkatan itu anda berikan?
kepada ibu anda ?
ayah anda ?
rekan anda ?
atau kepada seseorang yang bukan pasangan halal anda ?


Mari sejenak kita bahas soal sejarah perang Uhud.

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa ketika orang-orang meninggalkan Rasulullah sewaktu keadaan mulai genting disebabkan barisan pemanah dibukit tidak mau mengikuti perintah Rasulullah dan musuh berbalik menyerang, para sahabat menjadi perisai hidup bagi Rasulullah dari desakan panah-panah kaum musyrikin.
Abu Thalhah adalah seorang pemanah ulung dan selalu tepat mengenai sasarannya. Setiap anak panah yang dilepaskan olehnya ke arah kaum musyrikin selalu diamati oleh Rasulullah, pada sasaran manakah anak panah itu menacap.
Kemudian Abu Thalah berkata " Demi ayah dan ibuku, yang menjadi tebusanmu, tak usahlah anda mengamatiku nanti terkena panahan musuh. Biarlah mengenai leherku asalkan lehermu selamat "
Abu Dujunah melindungi Rasulullah dengan dirinya, semantara panah-panah musuh bertubi-tubi menghujam di punggungnya. Ia memayungi Rasulullah dengan dirinya sampai gugur bersama lima orang sahabatnya.

Seringkali kita mendengar perkataan sesorang yang sedang jatuh dalam lingkaran cinta. Mereka sering menyerukan " Cinta itu butuh pengorbanan "

Lantas .... sudahkah kita mencintai Rasulullah ?? Pengorbanan apakah yang telah kita tunjukkan kepadanya ?? Tanyalah kepada diri anda sendiri.


Banyak sekali yang mendeklarasikan dengan lantang " DIA MENCINTAI SAYA " pernahkah anda mengamati, merenung dan memikirkan atas dasar apa ia mencintai anda ?


* Jika ia mencintai anda karena harta yang anda miliki, maka ia akan meninggalkan anda ketika harta telah ia dapatkan.

* Jika ia mencintai anda karena kecantikan atau ketampanan anda, maka ia akan meninggalkan anda ketika raut wajah anda mulai berkeriput.

* Jika ia mencintai anda karena kedudukan anda, maka ia akan meninggalkan anda ketika kedudukan anda tidak lagi di masa kejayaan.

* Jika ia mencintai anda karena kemasyuran keluarga, maka ia akan meninggalkan anda saat keluarga anda terkena musibah.

* Jika ia mencintai anda karena kecerdasan akal anda dan keceriaan anda selama ini, maka ia akan meninggalkan anda ketika anda terlihat murung dan didera masalah.

* Jika ia mencintai anda karena keserasian tubuh anda yang ideal baginya, maka suatu saat ia akan meninggalkan anda saat tubuh anda mulai rapuh.

* Jika ia mencintai anda karena kehangat dan perhatian yang anda berikan, maka ia akan meninggalkan anda dilanda kesibukan.

* Jika ia mencintai anda kerena kebetulan ia jatuh cinta kepada anda, maka pasti ia akan meninggalkan anda saat ia meyadari kriteria jodoh yang ia dambakan selama ini.

Jelas, ketika kita dicintai karena hal-hal tersebut, sudah pasti akan ditinggalkan diwaktu yang cepat atau dengan sangat cepat.

Jadi .. Janganlah menjadi seseorang yang dicintai bukan karena Allah dan ingin menegakkan sunah Rosul-Nya. Cinta yang bukan karena Allah akan menyebabkan merasa berdosa ketika berkhianat dan ketika cinta itu bukan karena Allah sudah pasti cinta itu berasal dari bisikan setan. Cinta yang hanya nafsu belaka, Siapapun anda disana.

Janganlah anda membuang waktu anda untuk mecintai cinta yang tidak seharusnya. Tidak ada jaminan ia adalah jodoh anda meski bertahun-tahun telah dilewati bersamanya.
Anda akan menyesal kelak, ketika anda menyadari bahwa tak seharusnya cinta itu anda berikan kecuali kepada seseorang yang telah tertulis di Lauh Mahfuzh kita.







Saya menuliskan ini bukan berati saya adalah orang yang paling tahu cara mencintai Allah dan Rosul-Nya. Justeru untuk diingatkan ketika saja terjebak dalam cinta yang salah, maka andalah yang memberitahu saya akan cinta yang seharusnya ditanamkan. Saya pun masih belajar. Boleh jadi anda lebih baik dari saya :)

Mulailah mengenali cinta yang sesungguhnya.
kepada siapa anda mencinta dan patut dicinta.
Belajarlah untuk mencintai Allah dan Rosul-Nya, karena kekuatan cinta sejati hanya pantas kita berikan untuk Allah dan Rosul-Nya.






_Semangat :)

Posting Komentar

Made with by OddThemes | Customized by duniaqtoy